Saturday, November 19, 2011

Tokoh-tokoh jakarta












Kelompok  1 7E:
·      R. Himan Haryo Teguh D.
·      Alif Fakhri Naufal
·      Jasmine Amanda Nibraska
·      Nadia Deya Evania
·      Diandra Zhafira A. P.
·      Astry Tamara S.




Bab 1
Pendahuluan
                Kata betawi berasal dari kata Batavia, yaitu nama kuno Jakarta yang diberikan oleh Belanda. Sepanjang sejarah perkembangan kota Betawi tidak lepas dari perjuangan rakyat dan tokoh Betawi yang dapat dikelompokkan dalam tokoh perjuangan Betawi pada zaman penjajahan dan zaman kemerdekaan. M.H. Thamrin dan Ismail Marzuki adalah tokoh perjuangan pada zaman penjajahan. Sementara, Ali Sadikin dan Benyamin Sueb adalah tokoh perjuangan setelah kemerdekaan.
Tokoh Perjuangan Betawi pada Zaman Penjajahan
Muhammad Husni Thamrin (1894-1941)
M. H. Thamrin lahir di Sawah Besar, Betawi pada 16 Februari 1894.
Riwayat pendidikan beliau :
·         Menamatkan studi di HBS (Hoogere Burger School) yaitu sekolah lanjutan tingkat menengah.
·         Lulus SMA di Koning Williem II.
·         Setelah itu ia bekerja di perusahaan pelayaran KPM (Koninglijke Paketvaart Maartschappij)
Ia berkemampuan dalam bidang administrasi, fasih berbahasa Belanda dan memiliki kecakapan dalam berdebat yang mengantarkannya ke dunia politik negeri ini. Ia adalah politikus yang santun, bersifat kooperatif dan nonkooperatif demi mencapai Indonesia merdeka. Ia senang memberikan argumentasi yang kuat tapi tetap menggunakan bahasa yang santun. Tahun 1927 ia duduk sebagai anggota Dewan Rakyat (Volksraad) di Hindia Belanda. Ia mewakili kelompok pribumi dari organisasi kaum Betawi. Pidatonya yang terkenal adalah mengenai tindakan sewenang-wenang kolonial terhadap buruh perkebunan pribumi di Sumatera dan Jawa karena berlakunya poenale sanctie yang artinya hukuman cambuk kepada buruh yang melanggar aturan. Akhirnya poenale sanctie di perlunak dan dihapuskan sama sekali.
Sejak 1935 M. H. Thamrin menjadi anggota Volksraad melalui Parindra yang merupakan organisasi kebangsaan moderat. Setelah itu ia menjadi ketua menggantikan Dr. Sutomo. Tahun 1939 M. H. Thamrin mengajukan mosi agar Nederlands Indie, Nederlands Indische, dan Inlander diganti dengan istilah Indonesia, Indonesisch, dan Indonesier. Mosi ditolak oleh Belanda. Pada perayaan ulang tahun Ratu Wilhemina, 31 Agustus 1940 beliau tidak mengibarkan bendera Belanda di halaman rumahnya. 6 Januari 1941 M. H. Thamrin dikenai tahanan rumah. 11 Januari 1941 beliau meninggal dunia dan dimakamkan di Perkuburan Karet Jakarta. Pemerintah Indonesia memberi gelar M.H. Thamrin sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional  dan digunakan sebagai nama salah satu jalan di Jakarta tahun 1970an. Pemerintah juga mendirikan museum bernama Gedung Muhammad Husni Thamrin.



Ismail Marzuki(1914-1957)
Lahir di kampung Kwitang, Senen, 11 Mei 1914. Dikenal dengan nama Mail/Maing. Pada tahun 1931, Diusainya yang ke 17,pada 1931, Ismail Marzuki menciptakan lagu pertamanya berjudul “O Sarinah” yang berbahasa Balanda dan melambangkan bangsa yang ditindas oleh penjajah. Selama karirnya ia menulis antara 202 dan 204 lagu. Diantara komposisi yang paling terkenal adalah "Rayuan Pulau Kelapa" (1944, Solace tentang Coconut Island), "Gugur Bunga di Taman Bakti" (1945, Bunga Jatuh di Taman Bakti), dan "Selendang Sutera" (1946, Sebuah Coil Sutra ).
Ismail Marzuki adalah seniman pejuang, ia menuliskan syair-syair bertema perjuangan dalam lagu-lagu gubahannya. Melalui syair-syairnya, Mail mengobarkan semangat perjuangan. Proses penciptaan  musik dalam karirnya dibagi menjadi dua periode yaitu periode Hindia Belanda dan periode pendudukan Jepang serta revolusi kemerdekaan.
Pada periode pertama banyak dipengaruhi oleh irama musik yang terkenal saat itu yaitu jazz, hawaiian, seriosa/klasik ringan & keroncong. Karyanya yang terkenal yakni “Keroncong Serenata”, “Kasim Baba”, “Bandaneira”, dan “Lenggang Bandung”. Periode kedua pada zaman penjajahan Jepang, Mail aktif dalam orkes radio Jepang.  “Rayuan Pulau Kelapa”, “Sampul Surat”, dan “Karangan Bunga dari Selatan” lahir di zaman ini. Lagu-lagu perjuangan yang paling mahsyur muncul semasa Revolusi Perang Kemerdekaan 1945-1950, yaitu “sepasang Mata Bola” (1946), “Melati di Tapal Batas” (1947),  “Bandung Selatan di Waktu Malam” (1948), dan “Selamat Datang Pahlawan Muda” (1949).
Ayahnya memiliki sebuah bengkel mobil, dan memainkan rebana, ibunya meninggal saat melahirkan dia.  Dari usia muda Marzuki menikmati musik, mendengarkan laguberulang-ulang pada gramofon keluarga dan belajar memainkan rebana, ukelele, dan gitar. Marzuki belajar di sebuah sekolah dasar untuk orang Indonesia asli, Hollandsch-Inlandsche Sekolah Idenburg Menteng, ia kemudian menghadiri sekolah menengah berbahasa Belanda MeerUitgebreid  Lager Onderwijs di Jalan Menjangan di Jakarta Ia menjadi fasih berbahasa Indonesia, Inggris, dan Belanda. dia juga belajar agama di Madrasah Wustha Unwanul Namun, ia tidak belajar musik secara formal, bukan belajar sendiri.
Pada tahun 1931, Diusainya yang ke 17,pada 1931, Ismail Marzuki menciptakan lagu pertamanya berjudul “O Sarinah” yang berbahasa Balanda dan melambangkan bangsa yang ditindas oleh penjajah. Selama karirnya ia menulis antara 202 dan 204 lagu. Diantara komposisi yang paling terkenal adalah "Rayuan Pulau Kelapa" (1944, Solace tentang Coconut Island), "Gugur Bunga di Taman Bakti" (1945, Bunga Jatuh di Taman Bakti), dan "Selendang Sutera" (1946, Sebuah Coil Sutra ). 

Marzuki memulai karir musiknya dengan bergabung dalam Lief Java orkestra, di bawah arahan Hugo Dumas. Pada 1934 ia menjadi seorang penyiar denganNederlandsch-Indische Radio Omroep Maatschappij, stasiun radio nasional dari Hindia Belanda, dan setelah itu memimpin Jakarta Studio Orchestra, Orchestra Studio Bandung,dan kemudian Hōsō kanri Kyoku orkestra selama pendudukan Jepang di Indonesia.
Pada tahun 1957 Marzuki menulis lagu terakhir
, "Inikah Bahagia" (Apakah Kebahagiaan ini). Dia meninggal pukul 14:00 pada tanggal 25 Mei 1958 di rumahnya di Tanah Abang,Jakarta. Ia dimakamkan di Pemakaman Karet Bivak.
Banyak penghargaan yang diberikan kepada Ismail Marzuki karena didedikasi pada musik, perjuangan, dan kecintaannya pada Tanah Air. Salah satunya Piagam Wijayakusuma yang diberikan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1961 sebagai penghormatan atas jasa-jasanya, pada tahun 1968,pemerintah mengabadikan namanya untuk sebuah pusat kesenian Jakarta yang dikenal dengan nama Taman Ismail Marzuki.







Ali Sadikin(1927-2008)
Ali Sadikin lahir di sumedang 7 Juli 1927.Pada 1945 ia mengikuti pendidikan di sekolah pelayaran tinggi semarang.Selanjutnya ia melanjutkan sekolah di US Marine Corps Amerika Serikat.Ia pernah menjabat sebagai Deputi II Panglima AL,menteri perhubungan laut, menkob kompartimen maritim. Di usia 39 tahun ia diangkat menjadi gubernur DKI Jakarta oleh presiden soekarno.
          Ia dikenal sebagai gubernur yang merakyat & mencintai rakyatnya.oleh kana itu ia di sapa bang Ali.Selama ia menjabat ia berjasa membuat Jakarta menjadi kota metropolitan yang modern.
         Pada tahun 1967 ia menyelenggarakan PRJ yang diselenggarakan 30-35 hari dan puncaknya pada ulang tahun kota Jakarta awalnya hanyalah sebuah pasar malam tetapi lambat laun juga menjadi  pameran selain itu PRJ juga bertujuan untuk melestarikan budaya betawi.
Ali sadikin memilki keputusan kontrvesial yaitumembangun kota Jakarta lewat pajak judi.Gagasan itu lahir karena sedikitnya anggaran yang disediakan oleh pemerintah pusat.
Tempat rekreasi yang dibangun oleh Ali Sadkin antara lain taman ismail marzuki,Ancol,Kebun binatang ragunan,taman ria monas, museum fatahillah,museum keramik,dll.
Ia juga prihatin kepada artis-artris lanjut usia di Jakarta yang saat itu banyak bermukim di Tangki.Sehingga daerah tersebut disebut tangkiwood.
Selama pemerintahannya Jakarta berkali-kali menjadi tuan rumah PON dan pemilihan abang none Jakarta.
Setelah berhenti ia bergabung denganpetisi 50 yang berisikan tokoh-tokoh militer dan swasta yang kritis terhadap pemerintahan Soeharto.
Ia meninggal di Singapura 20 Mei 2008 akibat penyakit komplikasi,ia dimakamkan di TPU tanah kusir jakarta.


Benyamin Sueb(1939-1995)
Lahir di Kemayoran,5 Maret 1939.Benyamin Sueb merupakan bungsu dari 8 bersaudara.Setelah menamatkan pendidikan dasarnya di SD Santo Yusuf,Bandung,ia melanjutkan studi ke SMP Taman Madya,Cikini.Setelah itu,ia melanjutkan pendidikannya ke SMA Taman Siswa,Kemayoran.Benyamin kuliah di Akademi Bank Jakarta,namun tidak tamat.
Bang Ben,panggilan akrab Benyamin Sueb,seorang seniman tradisional Betawi. Ia mengawali karirnya sebagai pemain gambang keromong Naga Mustika pada tahun 1968.Selain menyanyi,ia juga menulis sendiri lagu-lagu yang ia bawakan.Aebagai seniman kreatif ia memadukan sejumlah warna musik barat,seperti blues,pop,dan disco ke dalam Gambang Keromong.Lagu-lagu gambang keromongnya menjadi lagu yang ringan dan mudah dicerna tanpa kehilangan unsur tradisional betawi dan tidak ketinggalan zaman (modern). Beberapa lagunya yang masih dikenal hingga saar ini adalah “Si Jampang (1969)”,”Ondel-Ondel”(1971),”Hujan Gerimis”,”Kompor Meleduk”,”Lampu Merah”,dan “Badminton”.Sepanjang karirnya,Benyamin telah menghasilkan 45 album solo,37 album duet,9 album kompilasi, dan 2 album soundtrack.
Selain sebagai penyanyi,Benyamin juga dikenal sebagai pelawak dan pemain film.Gayanya yang polos dengan karakter asli Betawi dan logat Betawinya yang khas,membuatnya menjadi lucu dan menarik untuk dilihat.Ia melawak bersama pelawak lain di masa itu,antara lain Bing Slamet dan Eddy Sud.
Benyamin telah bermain dalam 53 judul film.Beberapa film yang dibintanginya ,antara lain
“Si Pitung Banteng Betawi”(1971),”Buaya Gila” (1976),dan “Si Doel Anak Betawi (1973). Benyamin berhasil mendapatkan dua Piala Citra untuk kategori pemeran utama pria terbaik. Piala Citra 1973 melalui film “Intan Berduri” (1972) dan Piala Citra 1975 melalui film “Si Doel Anak Modern”(1975). Karakter Betawi dan logat Betawinya yang kental,membuat Benyamin menjadi tokoh Betawi yang ga ade matinye .Setelah kondisi perfilman Indonesia meredup,Benyamin tetap berkarya.Ia berady peran dengan pesinetron muda di layar kaca. Beberapa sinetron yang dibintanginya adalah “Mat Beken”(1994),”Begaya FM”(1995),dan “Si Doel Anak Sekolahan”(1995).
Benyamin adalah seniman tradisional Betawi serba bisa.Ia menanamkan dasar-dasar bagi perkembangan dunia kesenian Indonesia,khususnya kesenian tradisional  Betawi. Benyamin meninggal dunia pada 13 september 1995 akibat serangan jantung.Ia dimakamkan di TPU Karet Bivak,Jakarta Pusat

.


SOAL
1.       Dimana M.H Thamrin  Lahir?
a.       Ancol
b.      Bintaro
c.       Sawah Besar
d.      Gintung
2.       Kapan M.H Thamrin wafat?
a.       5 Januari 1941
b.      6 Januari 1941
c.       5 Januari 1940
d.      6 Januari 1940
3.       Dimanakah M.H Thamrin bersekolah?
a.       HBS
b.      KPM
c.       Volksraad
d.      VOC
4.       Salah satu pidati M.H Thamrin yang terkenal adalah mengenai
a.       Ratu Wilhelmia
b.      Cultuurstelsel
c.       Daendles
d.      Poenale Sanctie
5.       Dimana M.H Thamrin dimakamkan?
a.       Tanah Kusir
b.      Kuburan Karet
c.       Taman Pahlawan
d.      Madukusumo
6.       Nama kecil Ismail Marzuki adalah
a.       Maing
b.      Otong
c.       Zuki
d.      John
7.       Lagu-lagu Ismail Marzuki mengobarkan
a.       Amarah pemerintah Belanda
b.      Semangat perjuangan
c.       Popularitasnya
d.      Asmara pemuda Indonesia
8.       Bakat Ismail Marzuki terlihat sejak
a.       Menciptakan lagu yang enak didengar
b.      Kanak-kanak
c.       Lulus sekolah
d.      Jaman kolonialisme Belanda
9.       Lagu terakhir Ismail Marzuki adalah
a.       Sampul surat
b.      O Sarinah
c.       Halo-halo Bandung
d.      Inilah Bahagia
10.   Siapakah yang memberikan piagam wijayakusuma kepada Ismail Marzuki?
a.       Soeharto
b.      Ki Hajar Dewantara
c.       Soekarno
d.      Moch. Hatta
11.   Dimana Ali Sadikin lahir?
a.       Sumedang
b.      Surabaya
c.       Solo
d.      Samarinda
12.   Dimana Ali Sadikin wafat?
a.       Jakarta
b.      TPU Tanah kusir
c.       Singapura
d.      Taman pahlawan
13.   Ali Sadikin menjabat sebagai guernur selama
a.       10 tahun
b.      11 tahun
c.       9 tahun
d.      12 tahun
14.   Ali Sadikin diangkat menjadi gubernur oleh
a.       Soeharto
b.      B.J Habibie
c.       Soekarno
d.      Moch. Hatta
15.   PRJ dilaksanakan selama
a.       30-35 hari
b.      7-14 hari
c.       14-20 hari
d.      28-30 hari
16.   Benyamin Sueb adalah
a.       Seniman modern
b.      Seorang akuntan
c.       Seniman tradisional
d.      Artis dangdut
17.   Benyamin Sueb telah memainkan … judul film
a.       50
b.      51
c.       52
d.      53
18.   Salah satu penyanyi wanita yang berduet dengan Benyamin Sueb adalah
a.       Ida Royani
b.      Titi DJ
c.       Cici Paramida
d.      Agnez Monica
19.   Salah satu lagu Benyamin Sueb adalah
a.       Sang Pelikan
b.      Tenis
c.       Lampu Ijo
d.      Hujan gerimis
20.   Dimanakah Benyamin Sueb dimakamkan?
a.       TPU tanah kusir
b.      TPU Karet Bivak
c.       Taman Pahlawan
d.      Madukusumo
21.   Jelaskan 2 usaha Ali Sadikin untuk menghormati jasa M.H Thamrin!
22.   Apa tujuan Ali Sadikin buat komplek Kramat Tunggak?
23.   Sebutkan jasa-jasa M.H Thamrin!
24.   Sebutkan 3 lagu Ismail Marzuki!
25.   Siapa saja yang termasuk pahlawan Betawi setelah kemerdekaan?




























KUNCI JAWABAN

1.       C
2.       B
3.       A
4.       D
5.       B
6.       A
7.       B
8.       B
9.       D
10.   C
11.   A
12.   C
13.   B
14.   C
15.   A
16.   C
17.   D
18.   A
19.   D
20.   B
21.   Diadakan proyek MHT dan membuat museum perjuangan yang bernama gedung M.H Thamrin
22.   Untuk mempermudah pengawasan pelacur
23.   Mengusulkan penghapusan poenale sanctie dan mosi penggantian nama netherlands indische menjadi Indonesia
24.   O sarinah, halo-halo Bandung, Sepasang mata bola
25.   Ali Sadikin dan Benyamin Sueb





       


No comments:

Post a Comment

Post a Comment